MEDAN | DNA – Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan tiga topik utama terkini terkait perekonomian nasional. Ketiga topik terkini tersebut adalah kondisi nilai rupiah, target penerimaan perpajakan, serta insentif perpajakan.
Pertama, Menkeu menjelaskan bahwa tren penguatan dolar terhadap hampir semua mata uang terus terjadi. Hal tersebut selain berdampak pada melemahnya rupiah terhadap dolar, juga menyebabkan penguatan rupiah terhadap beberapa mata uang lainnya. “Jadi rupiah ini tidak melemah terhadap semua mata uang lain, tapi juga menguat”, kata Menkeu.
Di sisi lain, apresiasi nilai rupiah bisa dilakukan dengan adanya intervensi Bank Indonesia melalui kebijakan cadangan devisanya. Dari sisi pemerintah, apresiasi rupiah bisa dilakukan dengan memperbaiki ekonomi makro melalui perbaikan pengelolaan anggaran, pengelolaan rasio utang, dan penurunan neraca transaksi berjalan.
“Kita sudah lakukan lewat budget. Defisit budget sudah kita buat lebih rendah. Belanja di dalam budget juga lebih produktif,” jelasnya.
Kedua, Menkeu mengatakan bahwa performa penerimaan pajak selama dua bulan berjalan memang belum mencapai tingkat yang diinginkan. Namun, Menkeu menyatakan akan berusaha melakukan extra-effort untuk mencapai target penerimaan pajak yang meningkat tinggi. “Apa yang mau kita lakukan adalah extra-effort,” kata Menkeu.
Terakhir, Menkeu menjelaskan mengenai upaya pemerintah untuk memperbaiki kebijakan insentif pajak. Beberapa kebijakan insentif pajak tersebut adalah melakukan revisi Peraturan Pemerintah mengenai tax allowance, revisi Peraturan Menteri Keuangan mengenai tax holiday, dan yang terakhir melakukan revisi Peraturan Pemerintah mengenai insentif Kawasan Ekonomi Khusus.
“Akhir Maret, atau paling lambat awal April, kita akan keluarkan mungkin tiga aturan yang sifatnya insentif”, jelas Menkeu.(dna/zb)
Belum ada tanggapan untuk "Pemerintah Upayakan Perbaikan Nilai Rupiah dan Pencapaian Target Perpajakan"
Posting Komentar