M.LABUHAN | DNA – Meski telah dilaporkan, akantetapi hampir 3 pekan berlalu sudah kasus penembakan Muktar Effendi (41) seorang aktivis anti korupsi Gerakkan Rakyat Berantas Korupsi Sumut (Gerbraksu) dan Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI-P45) Kota Medan belum juga ada titik terangnya, bahkan pengungkapan siapa pelaku penembakan tersebut hingga kini belum berhasil ditangkap polisi.Sabtu (07/03/2015).
Meski kondiai korban saat ini sudah tak lagi berada di rumah sakit karena kondisi luka tembaknya sudah pulih.Akantetapi korban berharap pihak kepolisian kiranya mampu mengungkap siapa pelaku penembakan tersebut. Informasinya pihak kepolisian yang menanggani kasus penembakan aktivis ini mengaku kewalahan sebab sejumlah rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian gambarnya kabur sulit mendeteksi pergerakan para tersangka penembak yang menggunakan senjata Sofgun tersebut.
Padahal pihak Polres Pelabuhan sendiri telah membentuk tim guna mengusut kasus teror penembakan terhadap aktivis anti korupsi tersebut dengan melibatkan sebanyak 47 personil akantetapi hinggakini belum ada titik terang.
Atas kejadian tersebut orang nomor 1 di kota Medan turut prihatin yakni Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin Msi didampingi Anggota DPRD Kota Medan Mulia Asri Rambe (Bayek) dari Fraksi Partai Golkar telah menjenguk korban saat masih terbaring di RSU Delima Martubung Kec. Medan Labuhan.
Bahkan sebelumnya Kanitreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP.David Bakara beserta sejumlah personil kepolisian sebelumnya telah menemui korban di rumah sakit umum Delima Martubung.Pihak kepolisian menemui para korban dan sejumlah saksi guna mencari tahu prihal kejadian tersebut.
Menurut Ketua Gerbraksu Saharuddin didampingi unsur kepengurusan lainnya mendesak pihak kepolisian guna mengungkap pelaku penembakan terhadap aktivis Mukhtar Effendi yang hingga kini masih terbaring di RS.Delima Martubung guna mendapatkan perawatan medis.
Saharuddin menduga teror penembakan terhadap kediamannya di Jalan Pancing 5 Lingkungan 2 Gang Iman Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan tersebut ada kaitannya dengan sejumlah aksi yang mereka gelar guna memberantas korupsi yang ada di kota Medan maupun di Dinas PU Bina Marga Sumut.
Menurut Saharuddin, ada 3 hal dugaan penyebab teror dialami mereka kemungkinan terkait aksi protes Gerbraksu terhadap kasus dugaan korupsi perjalanan dinas Pemkab Langkat yang melibatkan mantan ketua DPRD Langkat, kedua terkait masalah protes penjualan gedung juang 45 atau gedung nasional yang berada di sambu Jalan Sutomo Ujung kepada pihak ketiga, dan ketiga kemungkinan kecil terkait rencana pelantikan Laskar Anti Korupsi 45 Kota Medan serta pertemuan silaturahmi nasional anak bangsa yang rencananya dihadiri seluruh aktivis se-Indonesia di Sibolangit.
Kejadian penembakan itu disaat Minggu dinihari (15/02/2015) sekira pukul 01.30 WIB, ketika itu kami hendak berangkat ke Sibolangit dalam rangka pertemuan aktivis seluruh Indonesia pada 20 Februari 2015 mendatang, kediamanku didatangi 4 OTK bersepeda motor matic sembari berpura-pura bertanya.
Para pelaku langsung secara membabi buta menembaki Mucktar tanpa sempat menjawab.Mungkin sasarannya kepada Saharuddin namun waktu itu saya masih berada di dalam rumah, akan tetapi Wakil ketua Gerbraksu Mukhtar Effendi (41) yang ditembaki hingga mengalami luka tembakan di bagian paha dan tangan sebelah kiri.Ungkap Saharuddin yang menduga pelaku merupakan penembak bayaran tersebut.(Goes/Lbh).
Belum ada tanggapan untuk "Polisi Belum Mampu Tangkap Pelaku Penembak Aktivis"
Posting Komentar