MEDAN | DNA – Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah dengan memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit). Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memastikan, pemerintah akan berusaha agar perbaikan defisit transaksi berjalan tersebut tidak mengganggu program pembangunan infrastruktur.
“Kita tetap terus harus melakukan kebijakan untuk mengurangi current account deficit itu sendiri tanpa mengganggu program pemerintah dalam membangun program infrastruktur,” ungkap Menkeu.
Sebelumnya, Menkeu mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang dapat ditempuh oleh pemerintah dan Bank Indonesia untuk memperbaiki nilai tukar rupiah adalah dengan memperbaiki defisit transaksi berjalan. Hal ini dikarenakan, negara-negara yang mata uangnya mengalami apresiasi terhadap dolar AS adalah negara dengan defisit transaksi berjalan yang kecil, atau menunjukkan tren penurunan.
“Negara-negara lain khususnya emerging economy yang dalam kondisi kemarin ada yang mengalami pelemahan lebih kecil dari rupiah, atau sebaliknya, apresiasi terhadap dolar (AS), itu adalah negara-negara yang current account deficit-nya lebih kecil atau dalam tren menurun, artinya secara tidak langsung kita harus membereskan masalah current account deficit,” ungkapnya.(dna/skb)
Belum ada tanggapan untuk "Perbaikan Defisit Transaksi Berjalan Tidak Ganggu Pembangunan Infrastruktur"
Posting Komentar