MEDAN DELI | DNA – Setelah heboh kemunculan Kakek Cangkul kini warga kembali dihebohkan dengan merebaknya isu seorang kakek “Sarung” yang telah uzur datang kepada para warga dan meminta sedekah lalu, kemudian menawarkan sebuah sarungnya. Isu yang muncul di masyarakat kalau siapa saja yang menyentuh sarung kakek misterius tersebut tiba-tiba saja bisa tak sadarkan diri dan langsung muntah darah, benarkah ?.
Isu keberadaan kakek misterius yang dapat menularkan penyakit ganas tersebut langsung cepat berkembang kemana-mana dalam beberapa hari ini sehingga dampaknya orang takut bersedekah.
Sebut saja Soraya (20) warga Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Dirinya ditelepon oleh orangtua perempuannya agar lebih berhati-hati terkait isu kakek misterius itu. Orangtua Soraya mengkhawatirkan anaknya karena telah ada korban hingga sampai meninggal dunia di kawasan Paya Rumput, Titi Papan.
Sementara Rudi (31) warga Tanjung Mulia, Medan Deli mengatakan kalau dirinya mendengar kabar dari kerabatnya di daerah Tandem, Kecamatan Hamparan Perak, telah menjadi korban. Khabar kebenaran berita tersebut terakhir dikonfirmasi Rudi lagi. Namun sampai berita ini diturunkan kebenarannya kabar itu belum juga dapat dipertanggungjawabkan.
Kabarnya perawakan kakek misterius itu terbilang biasa sebagaimana orang tua yang telah berumur uzur (Uwak-uwak). Namun sarung yang ditawarkannya setelah diterima adalah kain kafan yang telah dibentuk menjadi sarung.
Sedangkan dari pengakuan ibu rumah tangga bernama Tutik (34) warga Gang Resmi Jalan Young Panah Hijau Kelurahan Labuhan Deli Kec.Medan Marelan Rabu (11/03/2015) mengaku, beberapa bulan lalu pernah didatangi seorang uwak-uwak (Kakek-red) seorang diri pada waktu jelang Magrib berpenampilan pakaian yang agak jorok bertubuh sedang berjalan kaki memegang sarung langsung menawari.
“Belilah sarung Uwak ini Nak,”kata kakek misterius tersebut lalu ditanyakan Tutik, darimana asal Uwak? kemudian kakek itu menjawab “panjanglah ceritanya, Uwak mau pulang enggak ada ongkos?. Merasa kasihan selanjutnya Tutik masuk ke dalam rumah sembari mengambil uang Rp5000,- untuk diberikan pada kakek tersebut tanpa mengambil sarung yang ditawarkan kakek tersebut.
Seingat Tutik, sarung yang ditawarkan kakek itu bukanlah kain kafan, melainkan kain sarung biasa bermotif garis-garis akantetapi Tutik tak sempat menyentuh kain tersebut hanya memberikan uang Rp5000 sebagai sedekahnya pada Kakek tersebut, kakek itupun sempat mengucapkan terima kasih langsung berlalu pergi.
Anehnya kata Tutik, tak berselang lama sehabis didatangi Kakek sarung tersebut malah ia mendapatkan rezeki yang tak disangka sehingga dari hasil rezeki tersebut dapat membeli berbagai perabotan rumah tangga dan lemari makan, Ungkapnya.(Goes/Mrl).
Belum ada tanggapan untuk "Heboh, Isu Kakek Sarung Merebak di Warga Medan Utara"
Posting Komentar