MEDAN | DNA – Era Globalisasi sekarang ini membuat perubahan dalam pola fikir dan pola hidup manusia menjadi konsumtif. Perilaku konsumtif ini, membuat manusia bersifat merasa tidak pernah cukup terhadap harta benda yang telah dimiliki. Sehingga ada kecenderungan untuk memiliki harta benda milik orang lain. Dengan berbagai cara, salah satunya, dengan mencuri atau merampok yang diiringi dengan tindak kekerasan mengakibatkan korban terluka parah dan tewas dibantai.
“Perampokan sadis dan biadab yang disebut begal itu tiba-tiba saja marak terjadi di Kota Medan terutama dimalam hari. Terhadap persoalan yang sangat menakutkan dan meresahkan ini, masyarakat tidak boleh berpangku tangan dengan menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada pihak kepolisian mengingat personil kepolisian sangat terbatas,” kata ketua agama dan dakwah Laskar Merah Putih (LMP) Markas Kota Medan Sugandhi Siagian,SH di Masjid Raudhatul Islam belakang Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Gang Peringatan Kelurahan Silalas Medan Barat Minggu (08/03/2015) .
Dijelaskan, dalam lingkungan masyarakat sudah dibentuk suatu sistem keamanan lingkungan. Siskamling, yang melibatkan unsur penduduk melakukan pengawasan terhadap kegiatan pencurian termasuk aksi begal dilingkungannya. Menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sebagai warga negara yang baik. Peran serta masyarakat merupakan salah satu bagian terpenting dalam pemeliharan keamanan lingkungan.
Dalam hal ini bentuk partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan diwujudkan dalam bentuk Sistem Keamanan Lingkungan. Siskamling dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan moral dan disiplin warga. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat lepas dari interaksinya dengan manusia lain.
Dalam interaksinya dengan manusia lain, maka tercipta suatu masyarakat dan suatu peradapan serta kebudayaan manusia yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang mendasari dan menuntun tindakan-tindakan dalam hidup bermasyarakat dan saling peduli satu sama lain.
Menurut Gandhi yang juga wakil ketua Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Kota Medan ini Siskamling menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta rasa aman dilingkunganya masing-masing. Terwujudnya kesadaran warga masyarakat dilingkungannya dalam penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan Kamtibmas maupun bencana alam.
“Saat ini dimalam hari terutama ditempat sunyi dan gelap di jalan raya Kota Medan sangat rawan terjadi aksi begal. Dengan Siskamling yang diterapkan ditiap-tiap lingkungan di 21 Kecamatan Kota Medan maka para begal ataupun genk motor tidak dapat berbuat banyak. Partisipasi masyarakat menciptakan keamanan sangat dibutuhkan personil kepolisian yang sedang melakukan patroli PSMS (Pagi Siang Malam Subuh) di jalan raya.
Kita mengharap Walikota Medan memberikan instruksi tegas terhadap seluruh Camat, Lurah dan Kepling untuk mengaktifkan Siskamling di daerah tugas masing-masing. Ini untuk kepentingan bersama dan sampai saat ini belum pernah terjadi ada warga yang menolak ikut Siskamling (ronda kampong-red) pada malam hari. Kalau ada yang berhalangan mereka permisi dengan memberi uang pengganti gula dan kopi,” ujar kepala humasy Masjid Raudhatul Islam ini (dna/ buya soraya)
Belum ada tanggapan untuk "Berantas Begal Masyarakat Harus Galakan Siskamling"
Posting Komentar